Archive

Author Archive

DHCP Server

October 28th, 2009

DHCP server merupakan server yang memberikan alamat IP kepada pengguna secara otomatis. Variasi IP yang digunakan dapat berupa pembatasan pada range tertentu atau pada MAC address tertentu. Server DHCP dapat digunakan dalam banyak hal, terutama untuk fasilitas yang digunakan untuk umum, seperti hotspot gratis di Cafe.

Untuk keterangan dan konfigurasinya, dapat dilihat dibawah ini :

ddns-updates off; //digunakan untuk melakukan update pada DNS server

option T150 code 150 = string; //bagian dari program DHCP Server

deny client-updates; //melarang client melakukan update secara otomatis ke server

one-lease-per-client false; //jika dibuat enable, maka server secara otomatis membebaskan leases lainnya

allow bootp; //melakukan respon terhadap query bootp

ddns-update-style none; //klien tidak melakukan update style saat terkoneksi

option domain-name “example.org”; //klien menggunakan acuan domain name tersebut

option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org; //acuan server domain

default-lease-time 600; //least time minimal sebuah alamat IP sebelum bisa digantikan

max-lease-time 7200; //least time maksimal sebuah alamat IP sebelum bisa digantikan

authoritative; //jika bukan setting ini, maka klien tidak mampu mendapatkan alamat IP sampai waktu lease yang ditentukan telah habis setelah merubah subnet. Hal ini dapat menyebabkan waktu yang sangat panjang

log-facility local7; //digunakan untuk menyimpan log file dari dhcp server. Memerlukan setting tersendiri

#Beberapa contoh konfigurasi di dhcp server (untuk aktivasi, cukup buang tanda “#”)

#Konfigurasi subnet sederhana

#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {

# range 10.254.239.10 10.254.239.20;

# option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;

#}

# Memperbolehkan klien BOOTP untuk mendapatkan pengalamatan secara dinamis. Tidak direkomendasikan.

#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {

# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;

# option broadcast-address 10.254.239.31;

# option routers rtr-239-32-1.example.org;

#}

# Melakukan konfigurasi berbeda untuk subnet tertentu.

# subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {

# range 10.5.5.26 10.5.5.30;

# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;

# option domain-name “internal.example.org”;

# option routers 10.5.5.1;

# option broadcast-address 10.5.5.31;

# default-lease-time 600;

# max-lease-time 7200;

#}

# Konfigurasi yang digunakan secara spesifik untuk host tertentu

#host passacaglia {

# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;

# filename “vmunix.passacaglia”;

# server-name “toccata.fugue.com”;

#}

#host fantasia {

# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;

# fixed-address fantasia.fugue.com;

#}

#Anda dapat mendeklarasikan sebuah kelas klien dan kemudian melakukan alokasi alamat. Contoh dibawah ini menunjukkan sebuah kasus di mana semua klien dalam kelas tertentu mendapatkan alamat di 10.17.224/24 subnet, dan semua klien lain mendapatkan alamat di 10.0.29/24 subnet. Selain itu juga dapat dibuat allow dan deny pada network tertentu.

#class “foo” {

# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;

#}

#shared-network 224-29 {

# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {

# option routers rtr-224.example.org;

# }

# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {

# option routers rtr-29.example.org;

# }

# pool {

# allow members of “foo”;

# range 10.17.224.10 10.17.224.250;

# }

# pool {

# deny members of “foo”;

# range 10.0.29.10 10.0.29.230;

# }

#}

## Contoh konfigurasi yang digunakan oleh penulis ##

subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {

interface eth1;

range 192.168.2.2 192.168.2.20;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.2.255;

option time-offset -3600;

}

host win2003serv {

hardware ethernet 00:02:44:1B:32:6B;

fixed-address 192.168.2.3;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.2.255;

option time-offset -3600;

}

host debian2 {

hardware ethernet 00:e0:4c:df:14:56;

fixed-address 192.168.1.3;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.1.255;

option time-offset -3600;

}

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {

interface eth0;

range 192.168.1.2 192.168.1.20;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.1.255;

option time-offset -3600;

}

masgandhul Tutorial

Cangkruan KLAS ke-V

March 27th, 2009

cangkruan-008

Dimana? Di Intiland Tower, Wismadharmala
Kapan? Sabtu, 21 Maret 2009
Topik? Dilema Open Source di Kampus Dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Sub topik?
- Sinergi antara dosen, mahasiswa dan laboratorium
- Open Source sebagai sarana penelitian, pendidikan, dan aplikatif
- Virtualisasi sebagai efisiensi pemanfaatan Teknologi Informasi
Trus yang Ngisi? Bapak. Sitrusta Sukaridhoto (PENS-ITS/kebo.vlsm.org)

Sabtu yang cerah, tiba di wismadharmala, ternyata sudah banyak peserta yg hadir. Alhamdulilah tambah ramai acara cangkruan. Absen dulu ke mbak Lia.  Jadi yang hadir sebagai wakil dari KPLI Pasuruan 2 orang, Masgandhul dan masrizal.

Kebetulan kami kuliah di ITS. Anton a.k.a masgandhul masih kuliah S1 teknik elektro, sementara masrizal sudah lulus dari PENS-ITS. 

Goodle Crew adalah sebutan utk teman2 yang mendiami lab jaringan di PENS-ITS yang ketuanya pak dhoto sendiri.  Setiap tahun selalu diadakan lomba tugas akhir untuk seluruh jurusan di Pens-ITS. Banyak Karya Goodle Crew yang bagus2 n inovatif dan mendapat banyak perhatian dari mahasiswa. Beberapa contohnya(dan beberapa sempet dibahas di acara) :
Porn Detection. Pendeteksi situs porno, gambar porno akan langsung diblok oleh browser. Penerapannya ada yg ditaruh di server proxy, ada jg yang dibuat sebagai plugin firefox. Penelitian dibidang ini cukup jarang karena sebelumnya, seleksi berdasarkan kata-kata url nya misal www.playboy.com
Robot PDA. Robot berbasis PDA yang dapat dikendalikan secara jarak jauh dengan komunikasi nirkabel.
Galatea. Karakter yang meniru mimik manusia. bayangkan sebuah animasi mimik manusia yng langsung berbicara dan merespon pertanyaan anda.
Home Awareness. Aplikasi pengamanan rumah
Virtual class. Memanfaatkan darwin streaming server untuk mambuat kelas virtual, lengkap beserta chatting dan ujian online.

Sofware yang dibutuhkan di linux bisa didapatkan dari repository lokal di ITS atau via kebo.vlsm.org, yang tinggal apt-get everything :).

cangkruan-007

Kemarin, alhamdulillah penulis  sempet ikut acara KLAS dolan ke Pens, melihat2 tampang “kebo” secara langsung. Terimakasih pada pak dhoto juga waktu itu, karena selesai acara dolan, kami ditraktir di Pizzahut…Hore!!!

cangkruan-018

Dari acara cangkrukan, sebenarnya banyak aplikasi  opensource yang dapat digunakan jika kita bisa memanfaatkan sebaik mungkin.

Semoga karya dan aplikasi opensource dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sesuai tema yg diangkat kali ini tentunya. :)

Materi dari hasil KLAS Cangkru’an dengan Judul Dilema Open Source di Kampus Dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat dapat di download pada alamat dibawah ini :

1. Materi Cangkru’an di 4shared.com
2. Materi Cangkru’an di Google.com

Demikian pemberitahuan ini kami buat, semoga banyak manfaatnya.

Salam Hormat,
Masgandhul+masrizal
http://masgandhul.web.id/
http://rizalrepublic.wordpress.com/

masgandhul Berita, Event, Liputan, cangkruan

Melakukan konversi database XML ke MySQL

October 27th, 2008

Selama beberapa minggu yang lalu, saya disibukkan dengan tugas yang lumayan berat, soalnya ini termasuk baru di lingkungan lab (meski belum dapat akses lab). Karena hal ini berhubungan dengan masalah database, saya sempatkan untuk bertanya kepada senior – senior yang ada di lab, ternyata mereka relatif memberikan jawaban yang sama, sama – sama tidak tahu dan kata mereka baru kali ini ada tugas seperti itu.

Tugas yang saya maksudkan tersebut adalah melakukan konversi database DBLP (Digital Bibliography and Library Project) yang berformat XML kedalam format MySQL. Format XML yang digunakan termasuk format XML yang bertipe DTD. Mengapa harus susah – susah melakukan konversi? Padahal XML sendiri sudah dapat ditampilkan kedalam web browser sebagai sebuah database tersendiri. Hal ini dikarenakan nantinya database ini akan digunakan sebagai ujicoba dalam melakukan Clustering Database (Semoga bisa saya bahas lebih lanjut) dengan menggunakan Engine NDBCLUSTER. Masalah yang saya hadapi tidak berhenti sampai disini, antara lain :

  • Format XML termasuk tipe DTD yang kemudian harus dikonversi kedalam format MySQL

  • Ukuran File XML yang lumayan besar ( >475Mega )

  • Jumlah data yang ada di dalam database XML berjumlah >11 juta database

  • Setiap record memiliki entry sebanyak ± 9 buah

  • Waktu yang digunakan untuk melakukan konversi selama 1 minggu

Pertama kali saya berpikir akan menjalankan di komputer saya sendiri dengan spesifikasi AMD X2 64bit 2.5GHz. Memori 1G, HDD SATA 160GB, Swap>2.2GB, Virtual Memory 1.5GB, Mobo ABIT ANxxx, VGA Onboard NVIDIA 7xxx. Kemudian rencana yang lain adalah dengan menggunakan laptop teman saya dan komputer yang ada di lab.

Read more…

masgandhul Tips n Trik, Tutorial , , ,