Richard M Stallman in Madura
Minggu, senin, dan selasa(8 sd 10 nov 2009) adalah hari2 yang menyenangkan. Hari2 itu Mr. Richard Matthew Stallman(RMS), presiden dan founder free software foundation(FSF) berkunjung ke surabaya. Agenda yang kami ikuti adalah seminar di universitas trunojoyo, ubaya, dan ITS.
Di Universitas Trunojoyo, Cak stallman disambut oleh musik tradisional madura yang sangat asik. Setelahnya, dia juga mencoba bermain gendang, berimprovisasi dengan pemain asli. Cak Stallman juga di suguhi makanan dan minuman tradisional madura, ada semacam kopi dari madura, salak madura, keripik tripang, dan lain-lain. Universitas trunojoyo benar2 menjadi tuan rumah yang baik ^_^. Agenda dan acara yang kami ikuti di madura adalah seminar “The Free Software Movement and the GNU/Linux Operating System”, diisi dengan sejarah, filosofi freesoftware, bincang2 dan tanya jawab dengan mahasiswa. Sore hari, cak stallman diajak jalan2 ke musium bangkalan. Melihat koleksi2 benda bersejarah madura. Stallman termasuk orang yang sangat interest dengan kebudayaan dan kesenian tradisional. Dia juga bisa berbahasa indonesia. Anda bisa bertanya kepadanya dalam bahasa indonesia dengan syarat, harus pelan-pelan, jelas, dan keras v^_^.

Ada beberapa hal yang diluruskan pada pengertian kita selama ini tentang linux, freesoftware, dan opensource. Linux adalah kernel dari sistem operasi GNU, untuk menyebutnya kita harus menyertakan GNU/Linux. Pada awal sejarahnya, GNU sudah siap menjadi sistem operasi dan semua perangkat2 aplikasi GNU berjalan dengan baik kecuali kernel. Ada kernel gnu tapi tidak dapat berfungsi dengan baik, Linux works better. Jadilah GNU menggunakan kernel linux yang di buat tahun 1991 oleh linus torvalds yang waktu itu masih berusia 21 tahun. So, kita harus menggunakan kata “GNU/Linux” untuk menggantikan kata “Linux” yang sudah kita kenal sehari2.
Tentang Free Software, kita harus berpedoman pada 4 prinsip kebebasan yakni :
1.Freedom 0
Users are free to use the program for any purpose
Pengguna bebas menggunakan program untuk tujuan apapun
2. Freedom 1
Users are free to examine the source code to see how it works
Pengguna bebas memeriksa atau menguji ‘kode sumber’ untuk melihat bagaimana cara kerja program tersebut
3. Freedom 2
Users are free to distribute the program to others. With or without charge.
Pengguna bebas untuk mendistribusikan program tersebut kepada orang lain. Baik gratis ataupun tidak
4. Freedom 3
Users are free to improve the program.
Pengguna bebas untuk memperbaiki program tersebut
Poin2 diatas, jika bisa diterapkan di indonesia, dampaknya sangat luar biasa, utamanya dalam transfer teknologi/pengetahuan yang selama ini hanya dikuasai oleh negara adikuasa. Pejuang Kebebasan Software yang satu in ini menolak aplikasi proprietary, aplikasi yang tertutup dan kita tidak bisa belajar dari software tersebut. “If i given by someone, programs that i can’t share with all of you, i will reject it”. Jika saya di beri program yang tidak bisa saya sharing kepada anda semua, maka saya menolaknya.
Temuan beberapa hacker memang menyebutkan bahwa pada banyak aplikasi yang tertutup/proprietary software mengandung malicious code, kode berbahaya atau kode2 yang bisa mengintai data pribadi anda. Contoh kecil di temukan pada kasus amazon yang diserukan boikot oleh stallman. “Please don’t feed Big Brother” katanya…
Hal yang menarik lagi darinya adalah kebiasaannya selama perjalanan yang tidak lepas dari laptop dan mengetikkan sesuatu di laptopnya. Ngelirik dikit, kadang seperti mengetik email, atau update website, dan atau kadang seperti mengetik isi2 lisensi freesoftware. Semuanya dalam mode teks emacs. Distro yang digunakan stallman adalah gNewSense
Lihat saja foto diatas, Stallman sedang mengetikkan sesuatu di textmode laptopnya.
Smoga dengan kedatangan Stallman bisa membangun kesadaran bangsa indonesia tentang perlunya kemandirian, kebebasan, dan keterbukaan untuk menentukan arah Teknologi Informasi sehingga terbentuk masyarakat yang informasi yang beradab dan terbuka. ^_^








Kata Mereka