Tutorial
Menginstal drupal di xampp
Last modified on 2009-01-25 02:30:51 GMT. 0 comments. Top.
Setelah tulisan sebelumnya tentang menginstal Wordpress. Selanjutnya tulisan ini tentang caranya menginstal drupal di xampp Mungkin sudah banyak tutorial di internet, kami hanya membagi apa yang bisa kami bagi dan semoga bermanfaat bagi ummat (kata pak rusmanto waktu kami beritahu web pasuruan ini jadi…he3x). Berikut caranya instal drupal di xampp Linux. Enjoy it
Drupal (http://drupal.org/)
Menurut wikipedia
drupal adalah CMS yang bebas dan terbuka dengan lisensi GPL dengan pengembangan oleh ribuan komunitas pengguna drupal di seluruh dunia. Seperti konsep CMS pada umumnya, drupal memungkinkan kita untuk membuat, mengedit, mempublikasi, dan mengorganisasi konten website secara dinamis.
Kita dapat menggunakan drupal untuk membangun portal web, website perusahaan, e-commerce, situs diskusi, dan banyak lagi yang lain. Komunitas drupal di indonesia dapat di klik di www.drupal-id.com. Salah satu situs besar yang menggunakan drupal ini adalah bekas.com.
Menginstal Drupal
Nah kita mulai menginstal drupal nih. Pastikan xampp sudah jalan.
1. Download drupal terbaru di http://drupal.org. Tutorial ini menggunakan drupal versi 6.6 dengan besar file sekitar 1,1mb.
2. Ekstrak file. Asumsi file hasil ekstrak di folder /home/user/drupal. Sebenarnya di sini juga terdapat file INSTALL.txt yang menerangkan cara instalasi drupal.
3. Kopi seluruh folder ke direktori htdocs xampp
#cp -R /home/user/drupal /opt/lampp/htdocs
4. Buka browser dan ketik http://localhost/drupal. Selanjutnya tampil pemilihan bahasa. langsung saja pada Install Drupal in English.
5. Masuk ke dalam folder drupal dan buat file setting drupal(settings.php), kopi contoh file konfigurasi dari default.settings.php
#cd /opt/lampp/htdocs/drupal
#cp sites/default/default.settings.php sites/default/settings.php
6. Beri hak akses tulis pada other pada settings.php dan folder sites/default agar file direktori dapat dibuat secara otomatis.
#chmod o+w sites/default/settings.php
#chmod o+w sites/default
6. Nah..Coba refresh browser. Selanjutnya tampil kotak isian konfigurasi database. Pilih database yg digunakan, mysql atau postgresql. Xampp menggunakan mysql. Buka phpmyadmin dan buat database. Misal database drupal. isi dengan :
Database name : drupal
Database username: root —->ini default xampp ![]()
Database password: —>defaultnya kosong, rasah password ![]()
Isi juga database prefix jika diperlukan
Klik Save and continue
7. Nah Installing Drupal berjalan. Setelah itu menu konfigurasi situs dan tampil kotak isian :
Site name: pasuruan linuxer —>nama situs
Site e-mail address: revorizaal@yahoo.com —>email situs
serta Administrator account dengan username dan password administrator serta isian lainnya seperti timezone, clean URLs(url yang userfriendly) dan notifikasi update.
8. Ubah lagi permission pada file settings.php dan folder sites/default. Hilangkan hak akses tulis (write).
#chmod a-w sites/default/settings.php
#chmod a-w sites/default
9. Nah…drupal telah berhasil terinstal. Anda tinggal melakukan administrasi pada situs drupal anda.
salam
Menginstal Wordpress di XAMPP
Last modified on 2008-12-03 13:57:02 GMT. 0 comments. Top.
Wordpress adalah salah satu Content Management System yang sangat populer. Setiap rilisnya, wordpress memakai nama2 pemain jazz. Rilis wordpress terbaru pada saat tulisan ini di tulis adalah versi wordpress 2.6.5 yang dapat di download di situsnya www.wordpress.org. Anda juga bisa membuat blog wordpress dialamat www.wordpress.com. Logo wordpress mengingatkan penulis dengan logo Volkswagen :-). Tulisan ini membahas tentang instalasi wordpress dengan XAMPP.
note : Tutorial ini ditulis di ubuntu. Langkah2 untuk distro lain relatif sama. Langkah2 instal penulis buat sesederhana dan secepat mungkin. Boleh diadu sama windows, cepet mana menginstal wordpress di Linux dengan di Windows.
Mengapa xampp, karena xampp relatif lebih mudah dijalankan oleh user awam sekalipun. Instalasi xampp dapat dilihat pada tulisan sebelumnya Serba-serbi xampp (http://pasuruan.linux.or.id/?p=133).
1. Jalankan servis XAMPP
Pastikan servis xampp running dengan perintah
#/opt/lampp/lampp status
Version: XAMPP for Linux 1.6
Apache is running.
MySQL is running.
ProFTPD is deactivated.
note : jika sebelumnya telah telah terinstal apache/mysql matikan dulu servisnya
# /etc/init.d/apache2 stop
# /etc/init.d/mysql stop
2. Download wordpress terbaru di www.wordpress.org
Ya mestilah
, Masak download wordpress diwebnya joomla, kan pusing saya. Ambil contoh saya taruh hasil download ke direktori user /home/pasuruan. Ekstrak dengan klik kanan pada file, maka terbentuklah folder wordpress di /home/pasuruan/wordpress.
3. Kopi folder wordpress ke direktori htdocs
Folder htdocs adalah folder tempat semua file web akan ditaruh. Jadi ketik :
#cp -R /home/pasuruan/wordpress /opt/lampp/htdocs/
note : opsi -R berari recursive, mengkopi keseluruhan direktori wordpress
4. Buka browser dan ketik http://localhost/phpmyadmin/
Disini kita buat database dengan nama webku. Berbeda dengan joomla yang membuatkan database untuk kita, kita harus create database sendiri untuk wordpress. Nama database ini nantinya kita isi pada file konfigurasi wordpress wp-config.php
5. Buka browser dan ketik http://localhost/wordpress
Kemudian ada pesan yang kira2 begini “There doesn’t seem to be a wp-config.php file. I need this before we can get started. Need more help?..etc..etc..etc..”.
Buka terminal lagi dan ketik :
#cd /opt/lampp/htdocs/wordpress <—ini untuk pindah ke folder wordpress di htdocs—>
#cp wp-config-sample.php wp-config.php <—klu yg ini kita buat file konfigurasi wordpress—>
note : Jika misal pesannya anda tidak punya permission utk baca, ubah permission dengan ketik
#chmod -R 755 /opt/lampp/htdocs/wordpress
6. Edit file wp-config.php
#nano wp-config.php <—nano ini editor teks, bukan permen—>
edit pada bagian
// ** MySQL settings ** //
define(’DB_NAME’, ‘webku’); // nama database yang akan digunakan
define(’DB_USER’, ‘root’); // default instalasi xampp, isi dengan root
define(’DB_PASSWORD’, ”); // default password mysql adalah kosong
7. Buka browser dan refresh. Isi kotak isian Blog Title dengan titel website anda, dan Email dengan email anda juga (ya mestilah, masak email bapak saya). Trus klik Install Wordpress.
8. Selanjutnya, tampil username admin dan password acak yang dibuat wordpress. Kopi password tersebut dan klik Log In.
9. Nah, tampillah halaman login, isi username dengan admin dan password dengan password acak tadi. Masuk ke bagian Users dan klik user admin untuk selanjutnya ganti password acak admin dengan password anda
10. Selesai
Nah untuk menambah powerful website anda, anda perlu menyiapkan template2 yang bagus dan plugin yang tepat. Nah ada banyak situs yang menyediakan template, baik free maupun premium. Beberapa themes yg bagus seperti url dibawah ini :
http://www.smashingmagazine.com/2008/01/08/100-excellent-free-high-quality-wordpress-themes/
http://www.wpzoom.com/wordpress-themes-sets/45-free-premium-wordpress-themes-with-magazine-or-grid-layouts/
dan plugin yang menarik seperti :
http://www.italyisfalling.com/lighter-menus/ —>membuat halaman admin jadi dropdown
Tren sekarang, wordpress tidak hanya difungsikan sebagai blog. Wordpress juga bisa difungsikan sebagai portal dengan menginstal theme dengan style magazine.
catatan : theme yang telah anda download, taruh didirektori wp-content/themes dan plugin di wp-content/plugins, selanjutnya aktifkan theme melalui menu design dan plugin di menu plugins. Pada tulisan lain, kita nanti nulis tentang plugin dan themes yang menarik. Tunggu saja
Melakukan konversi database XML ke MySQL
Last modified on 2008-12-03 14:02:29 GMT. 0 comments. Top.
Selama beberapa minggu yang lalu, saya disibukkan dengan tugas yang lumayan berat, soalnya ini termasuk baru di lingkungan lab (meski belum dapat akses lab). Karena hal ini berhubungan dengan masalah database, saya sempatkan untuk bertanya kepada senior – senior yang ada di lab, ternyata mereka relatif memberikan jawaban yang sama, sama – sama tidak tahu dan kata mereka baru kali ini ada tugas seperti itu.
Tugas yang saya maksudkan tersebut adalah melakukan konversi database DBLP (Digital Bibliography and Library Project) yang berformat XML kedalam format MySQL. Format XML yang digunakan termasuk format XML yang bertipe DTD. Mengapa harus susah – susah melakukan konversi? Padahal XML sendiri sudah dapat ditampilkan kedalam web browser sebagai sebuah database tersendiri. Hal ini dikarenakan nantinya database ini akan digunakan sebagai ujicoba dalam melakukan Clustering Database (Semoga bisa saya bahas lebih lanjut) dengan menggunakan Engine NDBCLUSTER. Masalah yang saya hadapi tidak berhenti sampai disini, antara lain :
-
Format XML termasuk tipe DTD yang kemudian harus dikonversi kedalam format MySQL
-
Ukuran File XML yang lumayan besar ( >475Mega )
-
Jumlah data yang ada di dalam database XML berjumlah >11 juta database
-
Setiap record memiliki entry sebanyak ± 9 buah
-
Waktu yang digunakan untuk melakukan konversi selama 1 minggu
Pertama kali saya berpikir akan menjalankan di komputer saya sendiri dengan spesifikasi AMD X2 64bit 2.5GHz. Memori 1G, HDD SATA 160GB, Swap>2.2GB, Virtual Memory 1.5GB, Mobo ABIT ANxxx, VGA Onboard NVIDIA 7xxx. Kemudian rencana yang lain adalah dengan menggunakan laptop teman saya dan komputer yang ada di lab.
Kemudian saya mulai melakukan pencarian software yang bisa digunakan untuk melakukan konversi. Ada beberapa tahapan yang saya lakukan, yaitu :
-
Untuk tahap pertama (Menggunakan software Windows-based), saya menemukan beberapa rujukan, tetapi kebanyakan software konverter yang adapun jarang ada yang langsung melakukan konversi dari XML ke MySQL. Software yang berhasil melakukannya (dan saya sangat tertolong dengan yang satu ini), adalah Advanced XML Converter. Hebatnya, dia berhasil melakukan parsing record di database XML hanya membutuhkan waktu ± 20 menit. File hasil konversi pun sangat rapi dan bersih, sehingga bisa langsung ditambahkan kedalam database yang ada, termasuk dalam memasukkan engine NDBCLUSTER. Jika dibandingkan dengan menggunakan software konversi lainnya, dalam penilaian saya, Advanced XML Converter ini mendapatkan skor 9,5. (Untuk versi trial hanya mampu menyimpan 50 record dan ada comment di dalam file SQLnya).
-
Untuk tahap kedua, saya menggunakan Software berlisensi GPL yang ada di Linux. Beberapa software yang telah saya coba antara lain, yaitu :
-
xmlto : Pertama kali menggunakan software ini, terlihat begitu menjanjikan hasilnya. Karena dia memberikan banyak dukungan kepada berbagai tipe data XML. Tampilannya yang text based (Konsole) dan parameter atau opsi yang diberikan juga cukup banyak dan mudah dimengerti. Begitu dijalankan, kalau tidak salah dengan perintah : xmlto [opsi] namadatabase.xml namadatabase.sql, dia akan langsung memproses data (Non verbose). Waktu itu saya coba menjalankannya di laptop teman saya (Acer, Intel Celeron 2.xx GHz, HDD SATA 80GB, Memori 512, Swap >1G). Awalnya, ketika baru mulai, belum terasa beratnya, selang beberapa detik kemudian, ketika mulai melakukan pembacaan dan konversi secara langsung, laptop teman saya langsung memasuki mode Hang (Mouse tidak merespon, tetapi akses ke HDD dan Memori serta Swap terlihat penuh), hal ini berlangsung selama lebih dari 4 jam dan masih terus berjalan. Akhirnya oleh pemiliknya dimatikan paksa, karena dia harus menggunakan laptop tersebut dan dia tidak tega dengan kondisi laptopnya yang ngos – ngosan (Thanks to My Friend, Triyanto yang sudah merelakan laptopnya jadikan tempat konversi database).
-
Setelah kejadian tersebut, saya segera mencari alternatif software lainnya, tentunya masih berlisensi GPL. Software yang menjadi rujukan selanjutnya adalah xml2sql. Software ini hanya berukuran 5Kb dan hanya berupa script perl (tetapi masih harus melakukan make install terlebih dahulu), sehingga dapat dengan mudah dijalankan dari Konsole (No GUI). Keunggulan xml2sql ini, dia mampu melakukan konversi database dari XML ke MySQL dan MsSQL. Sayangnya, software ini memiliki kelemahan yang cukup parah, dia tidak dapat melakukan verifikasi database XML yang dibacanya, sehingga dia hanya dapat melakukan konversi database XML biasa. Hal ini terbukti ketika saya mencoba untuk melakukan konversi dari XML ke MySQL, setelah melakukan trial and error pada menu option dari script, pertama tidak terjadi apa – apa, hanya HDD terlihat sedang bekerja selama ± 10 menit. Percobaan kedua, database terlihat seperti dapat dibaca, setelah saya tunggu sedikit lebih lama dari yang sebelumnya, ternyata hanya header dari script ini saja yang keluar, hasilnya entah kemana, entah berhasil apa tidak, saya ambil kesimpulan script ini gagal melakukan konversi dan saya tidak mendapatkan hasil apa – apa. Karena sudah kesal, saya langsung meninggalkan software ini, karena sudah 8 tahun tidak ada yang mengembangkannya (pertama kali release pada bulan Januari 2000).
-
Pilihan ketiga jatuh pada software xmllin (seingat saya seperti itu). Ternyata software ini sudah tertanam di dalam LINUX MINT 5.0. Karena telah terpasang secara default, maka saya segera melihat manualnya, ternyata banyak juga pilihan yang bisa digunakan, terutama hasilnya bisa langsung kedalam format plaint text. Wah makin semangat saja rasanya (saat pertama kali start konversi, jam menunjukkan sekitar pukul 20.00). awalnya saya masih bingung (karena selain text based di konsole, juga harus trial and error untuk mendapatkan opsi yang tepat dalam melakukan konversi) karena tidak terjadi apa – apa. Setelah mendapatkan konfigurasi yang tepat (saya lupa perintahnya seperti apa), kalau tidak salah, perintah secara umumnya : xmllin [opsi] namadatabase.xml namaoutput.txt (saya menggunakan format plain text). Pertama kali yang dilakukan database ini, dia melakukan pembacaan database dan memverifikasi satu persatu kemudian dia membaca kembali database tersebut secara lengkap dan benar pada Konsole. Untuk tahap awal, membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kemudian dia melakukan tahap selanjutnya (pembacaan ulang database) selama sekitar 1,5 jam. Pada saat selesai melakukan pembacaan database secara lengkap dan benar tersebut (hal ini dapat dilihat di Konsole), dia mulai melakukan konversi record pada databse secara satu persatu (dari records database sebanyak >11 juta records). Masalah mulai muncul, komputer saya awalnya berlari cukup kencang, tiba – tiba langsung ngos – ngosan. Segera saya lihat melalui top, resource yang ada pada komputer saya sudah habis terpakai semuanya, hanya sisa memori 4Mega dan Swap 3Mega. Karena sudah berjalan, saya biarkan saja, karena saya yakin database tersebut bisa dikonversi, karena thap – tahap sebelumnya sudah benar. Saya tunggu sampai 3 jam masih belum selesai, dan saya sudah mulai mengantuk, segera saya biarkan komputer menyala dan masih memproses data. Sampai keesokan hari, pada pagi hari, sekitar jam 8 lebih, komputer masih terus memproses data (karena resource masih dalam keadaan sama seperti sebelumnya). Karena sudah sangat menjengkelkan dan terhitung waktu yang telah terbuang sangat banyak, segera saja tanpa ba bi bu, saya batalkan proses yang sedang berjalan. Dalam sekejap, komputer saya yang sebelumnya ngos – ngosan langsung kembali berlari dengan kencang. Segera saya putar otak, terbesit ide dari teman saya, bahwa Microsoft Access dapat membaca file XML tersebut. Segeralah saya menuju ke alternatif yang satu ini.
-
-
Segera, dalam pilihan yang ketiga ini, saya mencoba menggunakan Microsoft Access (untung saja lisensinya dapat gratis dari ITS, maklum ada MCA Agreement). Pada awalnya, saya menggunakan versi yang 2007, karena dilihat dari berita di internet, sudah mendukung XML secara penuh. Kemudian saya buka Access dan mengimport database tersebut. Dalam waktu sekitar 15 menit, database telah berhasil di import kedalam access, tapi ada error yang terjadi. Beberapa record di database, panjang data melebihi jatah yang disediakan dari seharusnya (dari 255 menjadi 285). Sehingga, data tersebut harus di potong (truncated) dari panjang data seharusnya. Kemudian, setelah semuanya berhasil, saya langsung simpan kedalam database berformat *.mdbx (yang versi 2007). untuk menjaga kompatibilitas, akhirnya saya melakukan penyimpanan lagi kedalam format *.mdb (versi 2003 dan kebawah), karena tidak semua pengguna menggunakan versi 2007 karena berbagai alasan.
Setelah itu, database yang telah tersimpan kedalam format *.mdb tersebut, saya konversi kedalam format *.sql dengan menggunakan software konversi (bisa digunakan yang bayar atau yang gratisan). Setelah saya selesai melakukan konversi tersebut, yang berlangsung sekitar selama 20 menit, saya berhasil mendapatkan format database sql dengan ukuran >250MB. Kemudian, saya mencoba untuk melihat, bagaimanakah isi dari database tesebut, saya buka dengan notepad butuh waktu sekitar 10 menit. Dari hasil konversi tersebut, tidak serapi dan sebagus software Advanced XML Converter, sehingga seandainya database tersebut dimasukkan kedalam NDBCULSTER, saya masih bingung, mau memasukkan engine di sebelah mananya.
Sebelumnya, saya sudah mencoba OpenOffice 3.0 Beta, yang katanya sudah mendukung XML, saya coba untuk memasukkan dan membaca database dengan dua cara, yang pertama dari Open Existing database dan yang kedua dari import database. Akan tetapi, keduanya sama – sama mengecewakan. Karena, dari hasil yang pertama, maupun yang kedua, selain membutuhkan memori yang sangat besar, >500Mega, juga secara tiba – tiba di tengah jalan sewaktu proses import database telah berjalan sekitar 70% - 75%, secara tiba – tiba, OpenOffice keluar dengan sendirinya, seperti mengalami crash atau apalah yang seperti itu. Hal ini berbeda dengan menggunakan Access 2007, saya masih mampu untuk melakukan konversi dan memainkan game Warcraft DoTA. Karena, saya lihat, resource memori yang digunakan tidak sampai 50Mega.
Oleh karena hal tersebutlah, saya terdorong untuk dapat mencoba lebih banyak dan lebih baik lagi software yang berlisensi GPL agar tidak mengalami ketergantungan dengan Software Proprietary seperti milik Microsoft. Sekarang masih enak, ada MCA di ITS, tapi nantinya?. Malu donk, masa sebagai mahasiswa masih tergantung dengan software proprietary, bagaimana nanti ketika kita sudah lulus dan bekerja? Bisa – bisa lebih mahal softwarenya daripada komputernya. Sebenarnya masih banyak software yang masih beredar di Repo Linux yang membahas masalah konversi ini, karena keterbatasan waktu dan tenaga, saya hanya melampirkan yang telah saya uji secara langsung.
Tidak terasa sudah banyak halaman untuk menulis laporan iseng seperti ini, sehingga, nantinya ketika ada yang mencoba untuk mengonversi dari XML ke MySQL atau MsSQL tinggal membaca rujukan dariku dan mencari sendiri sisa program yang lainnya.
Tentunya, laporan ini tidak terlepas dari berbagai kealpaan dan kesalahan yang tersurat maupun yang tersirat. Rasa terima kasih, kami ucapkan yang sebesar – besarnya kepada :
-
Allah SWT (yang telah meridhoi sehingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik dan sebelum waktunya)
-
Komputerku (yang rela berlari dan ngos – ngosan selama hampir 12 jam)
-
Triyanto (yang telah merelakan laptopnya tak jadikan bahan ujicoba)
-
Komputer Lunar dan Komputer Zul (yang menemani dengan setia saat mencari bahan dan materi konversi XML ke MySQL)
-
Mas Saiful (yang telah menyarankan untuk mencoba di repo dan sourceforge.net)
-
Indra (yang telah membantu untuk mencarikan ‘bypass’nya Advanced XML Converter)
-
Alfiyan (yang telah membantu mencoba Advanced XML Converter)
-
Peminjaman fasilitas Lab selama melakukan proses pencarian informasi
-
XNUXER (yang memberi informasi software xml2sql, meski awalnya disarankan untuk mendevelop sendiri)
-
Mas Rizal (yang menemani chatting saat bosan dan menunggu selama proses pencarian)
-
dan segala pihak yang telah membantu terlaksananya proses konversi ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
Posting ini dapat dilihat juga di http://blog.its.ac.id/masgandhul



Kata Mereka